Tren Fashion Blokecore FanGir

“Blokecore”, Tren Fashion Jersey Bola dari TikTok

Sejalan dengan musim bola dunia, aksi menggunakan outfit jersey bola memang populer di hampir semua kalangan fans fanatik maupun masyarakat umum.  Namun, setiap era memang sedikit berbeda-beda dalam ‘mixed’ fashion tersebut. Tahun 2022 ini, kembali hadir tren fashion yang pernah eksis di era 80’s dengan warna-warna cerah jersey, celana cutbray, hingga sepatu casual—seperti yang digunakan suporter berjulukan ultras casual. Bedanya, tren fashion jersey bola ini dikenal dengan istilah baru, yaitu Blokecore atau The Bloke Core.

Apa itu Blokecore?

Istilah hangat fashion tok (sebutan TikTok) “Blokecore” populer pertama kali oleh TikToker dengan akun @brandonhuntly. Bloke diambil dari kata British English yang merujuk kepada kalimat maskulinitas bagi pria. Meski begitu, tren fashion ini tetap catchy dipakai oleh siapapun yang ingin berekspresi dengan jersey bola kesayangan.

Seringkali mengunggah konten di platform dengan outfit sporty, retro dan simpel, Brandon mencoba menginspirasi gaya tersebut dari stereotip fan sepakbola di stadion. Tren yang berdasarkan gaya stereotypical pub-goer British men yang notabene tidak tertarik terhadap fashion.

Outfit yang digunakan adalah jersey bola sebagai atasan, jeans reguler atau model baggy fit sebagai bawahan, dan sepatu casual yang terkesan retro tapi sporty. Perpaduan warna yang bertabrakan dengan sisi mis-matching streetwear itulah yang menjadi poin sebagai antitesis dari tren fashion blokecore saat ini.

Estetika Blokecore

Blokecore telah dikaitkan dengan fashion dan jenama skateboarding populer seperti Palace—yang menampilkan desain jersey bola di masa lalu. Setelah itu, langkah serupa juga dilakukan oleh brand-brand ternama dalam beberapa bulan terakhir. Adidas, Nike, New Balance, Gucci, hingga Louis Vuitton juga menghadirkan elemen blokecore dengan produk menyerap siluet dan gaya pakaian dari era 1970-an hingga 2000-an.

Menurut The Telegraph, “Blokecore—the ‘make-no-effort’ trend we can all love”, dimana dalam kasusnya Stephen Doig dan Guy Kelly yang menyebutkan bahwa blokecore merupakan bentuk evolusi secara alami.

Satu dekade lalu—tepatnya 2010-an, pernah ditandai suatu kebangkitan normcore—sebuah gaya berpakaian yang aneh tetapi aman sebagaimana dicontohkan para penguasa Silicon Valley. Tren lainnya mengikuti setelahnya, yakni gorpcore—dimana pengguna fashion berpenampilan layaknya anggota mapala (anak gunung), yang dianggap mengantarkan padded jacket dan perlengkapan mendaki bisa tampil di Paris Fashion Week.

Di balik itu, eksistensi tren fashion ternodai oleh toxic masculinity, delusi cool britannia, dan hooliganisme. Akan tetapi para penulis artikel menilai bahwa mereka telah mengambil cara berpakaian yang cerdas, meski harus menghapus asosiasinya, lalu menampilkan sikap modernisasi. Sebagaimana telah ditulis oleh Cool Britannia, Carbon Magazine, dengan menyerupai pernyataan satir—alih-alih kebanggaan akan negeri asal mereka.

 

@nickramos1536 My guide to Bloke Core! Love this “trend” because I love the sport!U should get into it too! I’ll tag Lukas in the comments as well! #greenscreen #fashion #fashiontiktok #blokecore #fashioninspo #fyp #fashion101 ♬ original sound - Nick Ramos 🃏

 

Pengaruh TikTok terhadap kehadiran Blokecore

Tren yang kemudian menjelma lingkungan superfan sepak bola sebagian berangkat dari tren TikTok. Kehadiran musim bola menandai tren blokecore yang sengaja memamerkan jersey tim kebanggaan yang telah berlaga di turnamen akbar kelas dunia tersebut. Meski terlihat musiman, sejauh ini belum ada tanda-tanda tren akan berakhir. Namun, tren ini sudah mempengaruhi tingginya minat budaya thrifting atau secondhand shopping yang bisa mengembalikan tren-tren di masa lalu.

Terlebih, TikTok membuktikan kapabilitas sebagai platform populer dunia yang mampu mendikte tren “fashion tok” mainstream. TikTok telah memperkuat kedudukan sebagai salah satu media yang paling tinggi engagement-nya, Oleh karena itu, TikTok mampu membuktikan diri sebagai alat penyebar kultur baru (fashion tok) dan tren-tren sebelumnya.

Peluang bisnis tentu dapat dihadirkan bagi personal, klub maupun apparel dengan tren fashion kekinian. Dari kancah sepak bola, publik figure atau atlet idola yang menjadi model fashion pun kian masif. Merchandise yang identik dengan sepak bola dapat mengambil kesempatan kala tren blokecore meroket.

Nah, mumpung musim bola belum berakhir, plus aktivitas sepak bola nasional atau timnas Indonesia akan mengikuti gelaran Piala AFF mendatang. Sebagai bentuk dukungan terhadap sepak bola dan tren fashion blokecore tentu bisa kamu dapatkan di www.fangir.com

Disclaimer:

FanGir adalah perusahaan asal Indonesia yang beroperasi di industri ritel dan merchandise sejak tahun 2019. Menghadirkan beragam layanan dan pengalaman baru menikmati karya dari artis, atlet, hingga profesional dengan produk memorabilia berlisensi resmi. Saat ini FanGir telah menjadi mitra produksi kartu trading card dan jersey bertanda-tangan dari APPI (Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), khusus para pemain, tim, hingga legenda sepakbola nasional.

Kembali ke blog